Seminggu kemudian suami mengalami gejala seperti sakit campak tetapi dengan gejala sedikit berbeda. Setelah diperiksa ternyata terkena virus rubella atau campak jerman. Berdasarkan hasil googling yang saya lakukan, saya menemukan informasi tentang apa dan bagaimana campak jerman itu. Berikut ulasannya..
Campak jerman disebut juga sebagai rubella, german measles, atau campak 3 hari adalah infeksi virus yang menular terutama menyerang kulit dan kelenjar getah bening, pada kulit dikenal dengan ruam berwarna merah yang khas dan pada kelenjar getah bening menimbulkan pembesaran (pembengkakan).
Virus penyebab campak jerman (rubella) berbeda dengan virus penyebab campak (rubeola) dan cara penularannya pun berbeda.
Ruam rubella biasanya berlangsung selama 3 hari, makanya ada yang menyebutnya sebagai campak 3 hari. Kelenjar getah bening dapat tetap bengkak selama seminggu atau lebih, dan nyeri sendi bisa bertahan selama lebih dari 2 minggu. Anak-anak yang mengalami rubella biasanya sembuh dalam waktu 1 minggu, tetapi orang dewasa mungkin akan lebih lama.
Gejala yang muncul pada penderita campak jerman adalah sebagai berikut:
1.Demam ringan sekitar 37,5 – 38,5 C atau lebih rendah
2.Sakit kepala Terkadang disertai Hidung tersumbat atau meler (pilek)
3.Mata merah meradang
4.Pembesaran kelenjar getah bening di bagian belakang leher dan di belakang telinga
5.2-3 hari kemudian timbul ruam merah muda yang dimulai pada wajah dan menyebar dengan cepat ke bawah hingga lengan dan kaki, kemudian menghilang dengan urutan yang sama pula.
6.Nyeri sendi, terutama pada wanita muda *tidak jarang juga saya jumpai pasien yang demikian.
Bersumber dari: Rubella – Campak Jerman | Mediskus.com
Walaupun campak jerman tidak berbahaya jika terjangkit pada anak-anak dan dewasa, tetapi beda halnya jika wanita hamil yang terkena campak jerman. Bila wanita hamil terkena campak jerman maka dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital yang mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi.
Ternyata virus rubella ini selain dapat menyebabkan campak jerman, juga dapat mengakibatkan infeksi telinga (otitis media) juga radang otak (ensefalitis) walaupun kasus ini jarang terjadi.
Cara Penularan
Campak jerman disebabkan oleh virus yang dapat ditularkan dari orang ke orang. virus rubella ini dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau dapat menyebar melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan orang yang terinfeksi, seperti lendir atau ingusnya.
Dampak Pada Ibu Hamil
Dampak Pada Ibu Hamil
Yang paling berbahaya, jika jika rubella ini mengenai ibu hamil, dengan konsekuensi gangguan pada janin yang dikandungnya. Dengan perkiraan 90% bayi yang lahir dari ibu yang memiliki rubella selama 11 minggu pertama kehamilan akan mengembangkan sindrom rubella bawaan atau dikenal dengan istilah sindrom rubella kongenital, yaitu mengalami satu atau beberapa kelainan berikut:
1.Retardasi pertumbuhan
2.Keterbelakangan mental
3. Katarak
4.Tuli bawaan
5.Cacat jantung bawaan
6.Cacat pada organ lain
Risiko tertinggi untuk janin selama trimester pertama, tetapi paparan virus pada kehamilan usia berapapun juga berbahaya.
Pengobatan campak Jerman bersifat supportif, yaitu:
Istirahat cukup
Konsumsi makanan bergizi, tidak ada pantangan.
Jaga jarak dengan teman, keluarga dan rekan kerja – terutama ibu hamil – dan beritahu mereka tentang diagnosis Anda supaya mereka juga waspada (ingat! cara penularannya).
Jika muncul gejala seperti demam, sakit kepala, gatal, atau bahkan nyeri sendi dan dirasa sangat mengganggu maka berobatlah ke dokter. Dokter akan memberikan pengobatan sebatas gejala yang anda keluhkan itu.
Semoga pembahasan singkat tentang campak jerman ini dapat bermanfaat... :)
sumber informasi http://mediskus.com/penyakit/rubella-campak-jerman
sumber informasi http://mediskus.com/penyakit/rubella-campak-jerman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar